pak haji dan seorang pendeta

Catatan sebelum membaca : joke ini dibuat hanya bertujuan candaan dan tidak lebih, dengan kata lain cerita ini tidak mengandung unsur sara ataupun penghinaan terhadap agama lain.

Pada suatu hari ada seorang pendeta dan seorang haji yang sedang ingin berangkat menghadiri sebuah acara di balai desa. Karena tema dari acara tersebut adalah “kerukunan umat beragama” maka pendeta dan pak haji pun memutuskan untuk pergi bersama sebagai wujud kerukunan beragama.

Kemudian mereka berdua pun berangkat bersama-sama. Tetapi ditengah jalan mereka menemui sebuah hambatan kecil, yaitu sungai yang dangkal. Lalu mereka pun berdiskusi bagaimana caranya mereka agar dapat melewati sungai tersebut. Akhirnya terjadilah percakapan sebagai berikut

Pak haji : pak penteda, bagaimana ini?
Pak Pendeta : baik, sebentar saya pikirkan cara untuk melewati sungai ini
Pak haji : saya punya ide cemerlang
Pak pendeta : apa itu pak haji?
Pak Haji: Bagaimana jika saya menggendong pak pendeta agar pakaian bapak tidak basah?
Pak Pendeta: lalu bagaimana dengan pak haji sendiri?
Pak hajii : itu gampang, saya kan memakai sarung, jadi tinggal diangkat saja sarungnya sampai ke lutut dan air tidak akan mengenai pakaian saya.
Pak pendeta : saya setuju dengan ide bapak.

Akhirnya pak haji pun menggendong kawannya agar dapat melewati sungai yang dangkat tersebut.

Pendeta : pak haji pernah melihat seorang pendeta naik haji?
Pak haji : sudah jelas belum pernah, memangnya ada ya pendeta naik haji?
Pak pendeta : tentu saja ada, ini saya (pendeta) sedang naik haji wkwkk.
Pak haji : ah ha ha. Bisa aja bapak ini. Tapi ngomong-ngomong bapak pernah liat haji membaptiskan seorang pendeta?
Pak pendeta : mana mungkin seorang haji bisa melakukannya.

Langsung tiba-tiba pak haji pun menceburkan pendeta tersebut ke dalam sungai.

Pendeta : pak haji kenapa menceburkan saya ke dalam sungai? Apakah karena kata-kata saya tadi menyinggung hati pak haji?
Pak haji : tidak lah, tentu saja saya tidak akan tersingguh sama sekali.  Saya hanya ingin memberikan contoh kalau seorang haji bisa membaptis seorang pendeta.

Dan akhirnya mereka yang sedang basah kuyup pun langsung tertawa bersama. Mereka pun tetap melanjutkan perjalanan ke balai desa meskipun dalam keadaan basah kuyup. Dan ketika sampai di balai kota, mereka menceritakan lelucon “pendeta naik haji” dan “haji membaptis pendeta” kepada haridirin yang hadir.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s