Bob Butler, Seorang Tentara

ketika perang vietnam tahun 1965 seorang tentara yang bernama bob butler kehilangan kakinya karena terkena ranjau. Setelah 20 tahun berlalu, bob membuktikan bahwa kepahlawanannya itu berasal dari hatinya. ketika ia sedang bekerja di rumah yang ada di arizona, bob mendengar jeritan seorang wanita dari sebuah rumah yang ada didekatnya.

Karena penasaran, bob pun menuju ke rumah tersebut dengan menggunakan kursi rodanya, tetapai ia tidak dapat masuk karena dihalangi oleh semak-semak. Ia pun lalu turun dari kursi rodanya dan mulai merangkak melawati semak-semak tadi. “aku harus kesana, tan peduli betapa sakitnya” katanya dalam hatinya.

Ketika tiba di kolam renang, ia melihat seorang perempuan yang berusia 3 tahun, namanya adalah hanes yang sedang tercebur dalam kolam renang. Hanes lahir dengan keadaan tidak memiliki tangan. ibunya panik dan berteriak dengan keras karena melihat anaknya tenggelam di kolam. Bob pun secara cepat langsung terjun ke dalam kolam dan membawa hanes lain ke permukaan.

wajahnya membiru, dan tidak ada denyut nadi maupun napas yang terhembus dari gadis tersebut. Bob pun segera melakukan pernapasan buatan untuk menyelamatkan anak tersebut. Sementara disisi lain, si ibu dari anak tersebut menelpon paramedis, tetapi karena tidak berdaya melihat anaknya pingsan, si ibu pun menangis dan memeluk bahu bob.

butler terus memberikan napas buatan dan dengan tenang meyakinkan si ibu. “jangan khawatir, saya sudah jadi tanngannya untuk keluar dari kolam renang ini. Dan sekarang saya menjadi paru-parunya”. Beberapa saat kemudian, anak kecil yang tadinya pingsan akhirnya sadar kembali dan langsung menangis. Si ibu pun yang sangat gembira langsung memeluk anaknya.

tenggelam

Sambil memeluk anaknya, si ibu langsung bertanya kepada bob “bagaimana anda tahu kalau anak saya akan baik-baik saja?”

“Saya tidak tahu” kata bob.”tetapi ketika kaki saya meledak di saat menginjak ranjau, ada seorang gadis kecil vietnam yang berjuang menyeretku ke desanya, ia berbisik dalam bahasa inggris yang terpatah-patah. Ia mengatakan tidak apa-apa, anda akan dapat hidup kembali. Saya akan jadi kaki anda. Dan kata-kata itulah yang membawa saya kepada harapan baru untuk bisa hidup. Oleh sebab itu saya ingin melakukan hal yang sama seperti anak kecil itu”

Ada saat-saat ketika kita tidak bisa berdiri sendiri. Ada saat dimana kita membutuhkan seseorang untuk menjadi kaki kita, tangan kita, dan teman kita. Ada saat kita jadi kaki dan tangan untuk orang lain. Maka, selalulah menjadi seorang PENOLONG. Pastikan hidup kita bisa berjasa bagi orang lain. That’s real life.

sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s