kiper terbaik indonesia

Tak seperti pemain lain, penjaga gawang di Indonesia kerap tidak begitu diperhatikan. Padahal posisi ini amat penting. Kiperlah yang menjaga pertahanan terakhir tim agar tidak kebobolan. Ketika terjadi adu penalti, kiper pula yang kerap jadi pahlawan. Semakin lemah sebuah tim, semakin sering diserang, dan semakin berat pulalah kerja kiper.

FBL-EUR-C1-REAL MADRID-ROMAROMA

Berikut ini, kiper terbaik Indonesia dari masa ke masa

Ponirin Meka

Ponirin Meka merupakan salah satu pemain terpenting di klub PSMS Medan ketika menjuarai liga Perserikatan 1984-1985. Di final, PSMS mengalahkan Persib Bandung dengan adu penalti 6-5 setelah bermain imbang 2-2 di waktu normal. Ponirin tampil sebagai pahlawan setelah mampu menggagalkan penalti Giantoro, Wolter Sulu, dan Adjat Sudrajat.

Penampilan memukau bersama PSMS kemudian membawanya masuk tim Garuda. Ponirin menjadi kiper utama ketika Indonesia tampil menawan di Asian Games 1986 di Seoul. Indonesia melaju ke semi final setelah di perdelapan final mengalahkan Malaysia 1-0 dan mengalahkan Uni Emirat Arab dengan adu penalti, 6-5 (2-2 di waktu normal). Ponirin menggagalkan penalti UEA di babak kedua sekali dan sekali lagi pada adu penalti. Sayang kemudian timnas kalah 0-4 dari tuan rumah Korea Selatan dan kalah 0-5 saat perebutan tempat ketiga melawan Kuwait.

Eddy Harto

Keberadaan Eddy Harto sebagai penjaga gawang Indonesia di SEA Games 1991 Manila asuhan Anatoly Polosin jelas sangat penting. Berkat pemuda kelahiran Medan, 16 Juni 1962 inilah tim nasional bisa meraih medali emas keduanya.

Sebelum berangkat ke Manila, tim yang digenjot latihan fisik berat diberangkatkan untuk bermain ke Piala Presiden Korea Selatan dan Merdeka Games di Kuala Lumpur. Kalah lima kali dan hanya menang sekali. Mencetak 3 gol dan kebobolan 18 gol. Tapi di Manila timnas perkasa. Menang melawan Malaysia 2-0, Vietnam 1-0, dan tuan rumah Filipina 2-1.

Di semi final dan final lah, Eddy Harto tampil sebagai pahlawan lantaran kedua laga ini berlangsung hingga babak adu penalti. Timnas akhirnya mengkandaskan Singapura 4-2 berkat Eddy Harto yang menggagalkan dua penendang penalti Singapura. Di final yang dihelat di stadion Rizal Memorial, Indonesia mengalahkan Thailand 4-3 melalui adu penalti. Lagi-lagi Eddy Harto menggagalkan dua penalti lawan.

Hendro Kartiko

Pria kelahiran Banyuwangi, 24 April 1973 ini sembilan tahun menjaga gawang timnas Indonesia, lebih dari lima puluh pertandingan. Hendro Kartiko menjaga gawang timnas di tiga edisi piala Asia, mulai 1996 kemudian 2000 dan 2004.

Penampilan paling memukaunya saat ada di Piala Asia 2000 yang diselenggarakan di Lebanon. Oleh banyak media internasional, kiprahnya bahkan membuatnya dijuluki “Fabian Barthez Indonesia” berkat kepiawaiannya menjaga gawang dan kepalanya yang plontos. Penampilan hebatnya kemudian menempatkannya menjadi kiper tim All Star Asia 2000, bersaing dengan kiper Cina, Jiang Jin.

Di klub sendiri, Hendro sudah berkiprah mulai dari Persebaya, Persija, Mitra Kukar, dan klub-klub lainnya. Kini setelah memutuskan pensiun, Hendro menjadi pelatih kiper Arema.

sumber

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s