Datang, Untuk Pelajaran Hidup

Sabtu, 19 juli 2014. Ketika anak gaul seumuran saya sedang berbuka puasa di tempat-tempat elit. Entah itu kafe, restoran ataupun di pizza hut. Saya dan teman-teman yang lain berkunjung ke salah satu panti asuhan. Tujuan kami sudah jelas, ingin berfoto *ehh maksud kami ingin berbuka puasa bersama dan membantu adik-adik yang ada di panti tersebut.

DSC_1526

Setibanya di sana sekitar pukul 5.30 PM kami disambut oleh jembatan kayu sederhana. Untuk ke sana, ada dua rute. Yang pertama melalui jembatan kayu kecil, dan yang kedua berjalan kaki di sawah yang becek. Dengan sangat berhati-hati, kami mulai melangkah di atas jembatan itu. Jempatannya agak bergoyang, dan kayunya sudah ada yang rapuh, rapuh kayak hatiku *ehh

Berjalan diatasnya saja sudah susah, apalagi disuruh angkat barang. Dengan menggandeng kamera dan rak telur, saya terus melangkah. Di tengah-tengah jembatan, saya hampir karena licinnya bambu ini setelah di diterjang hujan.

Singkat cerita, saya berhasil sampai di seberang. Sebelum naik ke rumah panggung, saya berkeliling melihat pemandangan disekitar. Udara sejuk yang jarang saya rasakan di perkotaan menghampiri saya. Sejauh mata memandang, hanya ada sawah dan gunung. Sempat saya termenung melhatnya.

Teringat kenangan masa lalu. Bermainan bola di sawah yang becek, jatuh dan menelan lumpur tanpa sengaja. Ya masa lalu memang selalu indah untuk di kenang, masa lalu bersama mu, eaaa. Tak ingin larut dalam kenangan masa lalu, saya naik ke rumah panggung ini.

Di atas, suasananya ramai dan penuh keceriaan. Suasananya mirip ketika kamu nanti KKN *sok mahasiswa ku*. Rumah panggung ini terbuat dari kayu, dengan dua belas tiang penyanggah. Dari sisi kiri,, angin sejuk berhembus. Menambah keceriaan dihari itu.

Bermain, tertawa, dan berfoto, semuanya dilakukan bersama, kecuali saya, karena saya yang foto -__- Ketika di berada disana, saya teringat dengan kata-kata yang dulu sempat saya dengar. Ada dua macam anak yang dilahirkan di dunia.

Pertama, anak yang lahir di keluarga serba ada. Bersyukrulah kalian karena semua yang kalian perlukan dan inginkan selalu ada untuk kalian. Dan yang kedua, anak yang lahir dari keluarga miskin. Beryukurlah, karena kalian bisa belajar, bagaimana kerasnya hidup.

ini versi majalahnya :

Panti (hasil)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s