Kenapa Layak Jadi Reporter Keker

Beberapa minggu yang lalu, disuruh buat cerita dengan tema “kenapa layak jadi reporter keker”. keker itu apa? keker itu salah satu rubrik di koran fajar, isinya tentang remaja. setelah berkutat beberapa jam di depan komputer. jadinya seperti ini. selamat membaca.

“KENAPA LAYAK JADI REPORTER KEKER”

Sabtu tanggal 28 Juni 2014. sehari sebelum hari minggu, hari dimana para fotografer berkeliling mencari objek dan menguploadnya ke akun instagram mereka. Di hari yang sama, saya sedang sibuk membuat artikel. Mulai dari pagi hari hingga sore. Semuanya saya gunakan membuat berbagai macam artikel, artikel yang pada dasarnya hanya untuk hiburan semata.

Tanpa terasa, waktu terus berlalu. Saya melirik ke kanan, tempat jam berada. Saya lihat, jam menunjuk ke angka 5, sinar matahari mulai merendah. Dan saat itu juga, saya teringat saya belum mandi seharian. Dengan bau badan yang menyengat, saya memberanikan diri mengupload artikel ke twitter. Proses upload berhasil, setelah itu saya mengecek timeline. Berharap menemukan hal-hal lucu dan informasi terbaru.

Semenit lamanya saya mengotak-ngatik timeline twitter. Akhirnya saya menemukan satu informasi penting, informasi yang berasal dari akun @keker_fajar. Saya langsung menyimpan fotonya di komputer. Dengan hati yang berdebar-debar, (mungkin) karena saking bersemangatnya, saya membaca dengan sangat teliti semua yang termuat di gambar itu.

Singat cerita, malam harinya. Saya bertanya ke ayah saya “pak… saya mau ikut ini” saya memperlihatkan gambar lowongan kerja keker. Ayah saya memperhatikan dengan seksama, kemudian berkata “kalau mau ikut, ikut saja. Saya tidak melarang”. Kata-katanya membuat saya semakin bersemangat untuk menjadi reporter keker.

Sebelum tidur, saya sempat berpikir “kenapa saya bersemangat untuk bergabung dengan keker?” saya merenung di pojok kamar. Jawabannya adalah “karena saya ingin belajar menulis. Ingin mahir dalam menulis tulisan yang bisa menghibur dan bermanfaat untuk oranglain” saya meyakinkan diri. Malam pun berlalu dengan kegelisahan karena hati ini milikmu *apakah?*.

Keesokan harinya, saya bersiap-siap ke sekolah mengurus “surat keterangan berkelakuan baik”. Dengan celana panjang dan baju kaos sederhana, saya berangkat dengan motor, motor dengan debu yang menumpuk. Setibanya disana, suasana ramai menyambut, banyak wajah-wajah baru. Mereka semua adalah calon siswa di SMA 6 Makassar (promosi eeeaa kakaa..)

Dengan langkah malu-malu, saya berjalan ke ruangan tata usaha. Berharap ada guru yang bisa membantu saya. “siang buu…” saya menyapa seorang guru. “mau apa nak? Balasnya. “ini ibu, saya mau minta tolong dibuatkan surat berkelakuan baik”. “untuk apa itu nak?” kata bu Husna berusaha menyelidiki.

“saya mau melamar pekerjaan di redaksi keker, ibu”. “apa yang kamu pikir, sehingga kamu bisa diterima?” kata bu Husna berusaha menjatuhkan mental saya, tapi saya tetap pada pendirian. “karena saya suka dunia jurnalistik. Saya suka menulis artikel. Kata teman-teman, saya bisa. Dan saya ingin membuktikannya dengan bergabung di redaksi keker” saya berkata penuh semangat.

Lalu ibu hunas berkata “sungguh semangat yang bagus. Tapi untuk membuat surat keterangan berkelakuan baik harus di kepolisian”. Mendengar hal itu, saya bergegas ke kantor kepolisian. “hmm.. kalau begitu saya permisi dulu bu..”saya pamit.

Dengan cepat saya berlari ke motor dan berkendara 10 km/jam. Setibanya disana, sudah jam 11 siang. Banyak orang yang mengantri “kenapa dibulan puasa banyak orang ke kantor polisi? Apa mereka mau mendaftar di keker seperti saya?” kata saya dalam hati.

Melihat situasi yang begitu padat, saya memutuskan ke rumah sakit untuk mengurus surat keterangan sehat. Saya datang ke sana dan antri sekitar sejam dan akhirnya mendapatkan pengakuan dokter, pengakuan cinta, *ehh maksudnya saya mendapatkan surat keterangan sehat.

Keesokan harinya, saya datang ke kapolda dengan pakaian sederhana, celana panjang dan baju kaos. Ditambahkan tas yang selalu menemaniku. Ini pertama kalinya saya datang ke kantor ini. Kantornya megah dan luas. Ketika memasuki, saya di sambut baik oleh petugas yang berjaga di pos. “selamat siang adek, ada perlu apa?” kata petugas berusaha mengintrogasi.

“ini pak, saya mau urus SKCK” saya menunjukkan surat pengantar dari polsek. “hmm… silahkan adik masuk ke sana” petugas menunjuk gedung yang jaraknya tidak begitu jauh“terus adik naik ke lantai tiga”. “makasih pak” saya berjalan kaki ke gedung itu, jaraknya sekitar 150 meter. Di jalan, saya melihat berbagai macam mobil mewah terparkir “wah keren ya, polisi sekarang rata-rata punya mobil yang mewah” kata saya dalam hati.

Dengan wajah yang masih segar. saya naik ke lantai tiga. Banyak polwan mondar-mandir. Semuanya masih muda dan cantik-cantik. “keren…. , polwannya cantik, tinggi, dan putih” kata saya dalam hati.

Saya melanjutkan perjalanan, setibanya di ruangan SKCK “ini ibu, saya mau buat SKCK” saya memberi berkas ke petugasnya. “silahkan adik turun ke bawah kemudian masuk ruangan 107” kata ibu petugas. “asslamualaikum. Pak saya mau buat cetakan sidik jari” kata saya ke petugas di ruangan 107. Bapak itu menghampiri saya dan memberikan kertas biodata. Setelah semuanya terisi, bapak tersebut memegang jari-jari saya dan mengambil cetakan sidik jarinya. Saya merasa canggung dan geli, karena bapak ini berkumis, tapi jari-jarinya lembut.

Cetakan sidik jari saya akhirnya jadi, dan saya kembali ke ruangan SKCK. Singkat cerita, setelah melalui berbagai macam tahap. Saya akhirnya memiliki “surat keterangan berkelakuan baik”. Sekarang semua syarat melamar lowongan kerja di keker terpenuhi.

Pagi tanggal 3 juni, semua berkas sudah siap di amplop. Sebelum berangkat kerja, kakak saya sempat bertanya “apakah kamu layak untuk jadi reporter?”. dengan semangat berapi-api saya menjawab “tentu saja. Karena saya mampu menyampaikan kejadian yang telah terjadi dan hal itu sudah saya buktikan dalam tulisan ini. Saya menyampaikan apa saja yang saya alami, dan apa saja yang saya lihat, layaknya seorang reporter. Dan saya berharap bisa belajar menjadi penulis berita bersama redaksi keker”.

Saya berangkat ke markas keker dengan motor. Berharap bisa diterima dan belajar banyak, belajar bagaimana cara menulis secara terstruktur, dan bagaimana cara menumbuhkan cirri khas saya dalam menulis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s