Review : Lebaran di kampung

Senin, 28 juli 2014. Umat muslim di dunia merayakan hari kemenangan dengan melaksanakan sholat ied. Saya dan keluarga hari itu sholat di masjid agung sidrap. Perjalanan di mulai pukul 06.15 AM. Seperti biasa, saya mengenakan baju koko lengan panjang dan celana lepis yang membuat saya terlihat sederhana.

(memangnya ada baju koko lengen pendek?)

Kalau lebaran, tidak mungkin lah datang sendirian di tempat sholat ied. Kecuali anak mahasiswa kos-kosan. Mau pulang kampung, uangnya habis bayar kos. Mau ditemani pacar, pacarnya mudik, atau yang paling tragis. Dia tidak punya pacar.

Bermodalkan sandal eiger yang saya beli awal Ramadan, saya berjalan dari parkiran ke masjid. Jaraknya agak jauh, membuat para pejalan kaki kelelahan. Saya perhatikan, banyak orang disini, dan semuanya bermacam-macam.

Ada yang pegang tas, tongsis, dan dompet orang lain. Ternyata dia copet -__- Ya pokoknya bermacam-macalah. Belum lagi, ada yang pegangan tangan dengan ibunya, anaknya, sepupunya, ada juga yang pegang tangan pacar orang lain -__- perlu ditekankan, itu bukan saya.

Tidak hanya barang bawaannya yang beraneka ragam. Pakaiannya juga, ada yang pakai seragam hitam-hitam, mirip orang melayat aja -__- terus yang paling unik. Ada yang pakai baju couple. Ternyata tidak malam minggu tidak hari lebaran pun, mereka tetap kompak. Itu saya pas jalan keluar masjid setelah rangkaian acaranya selesai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s