Malas Naik Angkot, Kenapa?

Hari selasa kemarin, sekitar pukul 10 saya diantar bapak keluar ke jalan raya, dan ditinggalkan di sana. Karena tidak ingin terlihat sebagai orang aneh, saya berbegas naik ke angkot, yang kebetulan sedang singgah di dekat saya.

petepete1Sebelum naik, saya mengucapkan basmalah “bismillahirrohmanirrohim” dalam hati. Dan ketika naik, saya memberi salam “asslamualaikum” dan dibalas oleh seorang ibu berkudung yang duduk di pojok. Baru beberapa detik, saya langsung merasakan panas. Sungguh panas hari itu, menyiksa untuk saya.

Suasananya canggung. Canggung seperti saat kamu mau tembak cewek. Ketika sudah berhadapan, kamu tidak tau harus bagaimana, kira-kira begitulah situasinya di angkot ini. Sang supir sibuk mengendalikan laju angkotnya.. ibu-ibu yang depan saya sibuk bermain HP. Cewek yang duduk di samping saya juga sibuk menatap jalanan.

Entah kenapa, saya reflex melihat mata cewek tersebut. Padahal secara umur, dia jauh lebih tua dari saya. Apakah saya ini masih normal? Matanya seperti pemain film, memancarkan cahaya ketika dipanding dan menarik perhatian. Angkot terus berjalan. Penumpang berganti, ada yang pergi dan ada datang.

Karena tidak tau harus berbuat apa. Saya mencoba berpikir, kenapa orang-orang tidak ingin menaiki angkot? Setelah merenung akhirnya saya dapat jawabannya.

  1. Kenapa orang tidak ingin naik angkot? Karena angkotnya jelek. Sudah banyak yang karatan dan terkadang supirnya bikin naik darah (emosian).
  2. Sekarang angkot rata-rata panas. Apalagi kalau duduk di bagian belakang. Sudah ada panas mesin di bawah, ditambah lagi panas matahari dari kaca belakang.
  3. Naik angkot itu lama. Kemarin saya ke graham pena dengan motor cuman makan waktu sekitar 25 menit, sekarang naik angkot, makan waktu hampir sejam.
  4. Tempat duduk di angkot itu tidak enak, tipis. Membuat kita yang duduk mengeluh kesakitan.
  5. Yang paling tidak saya sukai ini. Terkadang, ada angkot yang supirnya gaul sampai-sampai masang speaker di belakang. Angkotnya sudah sempit jadi makin sempit. Lalu sang supir mutar musik tidak jelas. Stelannya juga aneh-aneh. Bassnya di kasih penuh. Pasti kalian pernah ngerasain sendiri.

Ya, itulah keresahan saya terhadap angkot sekarang. Dan kalian tau? orang-orang elit disana (pemerintah) yang diberikan fasilitas mobil gratis oleh negara, menyuruh kita menaiki angkot yang pelayananya seperti itu.

Coba lah bapak-bapak yang berjas ini naik angkot sekali aja. Maka bapak akan merasakan buruknya transportasi publik. Kalau bapak mau memajukan pelayanan terhadap masyarakat kecil, sebelum itu bapak harus menjadi masyarakat biasa agar merasakan apa yang selama ini kami rasakan.

#resah_dengan_angkot

Versi majalah :

Angkot (hasil)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s