Ketika Rokok Berkuasa

Merokok adalah aktifitas yang sudah tidak asing lagi dengan rakyat Indonesia. Dimana-mana bisa dijumpai. Mereka ada di sekolah, pasar, pinggir jalan, bahkan dirumah sakit pun ada yang merokok. Menurut dunia kesehatan, rokok itu berbahaya bagi tubuh. Katanya, ada ratusan zat beracun yang terkandung dalam rokok.

3 (1)

Tapi kenapa banyak yang belum meninggal? itu karena jenis racunnya yang banyak, tetapi jumlah kandungannya sangat sedikit. Saya menulis artikel ini bukan karena saya mendukung orang merokok. tetapi hanya ingin memberikan argument saya. Karena rokok itu berbahaya, maka menjadi tanggung jawab pemerintah untuk mengontrol peredaran rokok.

Sebenarnya pemerintah itu kasihan, mereka dilema oleh rokok. disatu sisi, rokok menambah penghasilan negera dengan pajaknya. Tapi dilain sisi, rokok juga membahayakan kesehatan rakyat indonesia.

Menyadari akan hal ini, pemerintah melakukan berbagai upaya mengurangi jumlah perokok di Indonesia. Salah satunya dengan memberikan tulisan “rokok membunuh mu” di setiap kemasan. Sistem ini sudah berlaku sekitar 3 bulan, tapi coba liat di lapangan, tidak ada pengaruhnya sama sekali.

Ketika saya duduk termenung di bawah pohon sekolah. Tiba-tiba ide ini terlintas. Kenapa pemerintah tidak menaikkan jumlah pajak untuk rokok ya? Jadi pemerintah akan mendapatkan pendapatan lebih besar. Karena pajaknya naik, otomatis harga rokok naik. Karena rokoknya mahal, orang-orang pasti berpikir kalau merokok itu bisa membuat mereka bangkrut.

Nah pasti jumlah perokok sudah berkurang dengan drastis. Tapi satu kelemahan dari ide ini, kalau harga rokok naik, berpotensi harga barang-barang juga naik. Mungkin inilah yang ditakutkan pemerintah. Harga-harga dipasar tidak stabil hanya karena rokok.

Rokok yang punya ukuran kecil, ternyata bisa memonopoli kehidupan di Indonesia.

Versi majalah :
Rokok (hasil)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s