Mengkritik Harus Sopan

Sejak kemarin, mulai marak orang-orang mengkritik kurikulum 2013. Mereka mengkritik dengan kata-kata kasar seperti goblok, bego, dan sebagainya. Itu banyak saya temukan di media sosial sekarang ini.

Jujur, saya juga sering mengkritik sesuatu. Saya pernah mengkritik CCTV di sekolah saya sendiri, mengkritik angkutan umum, sistem pemilihan osis, dan sebagainya. Tapi saya menyampaikan opini saya dengan metode bercerita tanpa menggunakan kata-kata kasar seperti itu.

Lagi pula, bila kalian menyampaikan opini dengan cara kasar. Orang lain tidak akan mendengar ucapan kalian. Seperti yang dialami Dony ketika MOS SMP. Waktu itu Dony termasuk anak bandel. Ia tidak pernah mau di atur oleh pendagusnya, padahal pendagusnya sudah sangat baik dan ramah terhadapnya.

Dony juga selalu berkata kasar ke pendagusnya. Ia mengucapkan kalimat yang sebenarnya tidak keluar dari mulutnya. Waktu itu ia naksir dengan teman gugusnya bernama Wani. Sepulang sekolah, Dony menghampiri Wani dan berkata “Ku sayang ki bego”. Mendengar perkataan Dony, Wani lalu pergi meninggalkannya.

Pergi dengan langkah yang cepat ke pangkalan dan pulang ke rumahnya dengan bajaj. Dony lalu mengintropeksi dirinya “apa yang salah dari saya?” katanya merenung di pos satpam sekolah.

Dari pengalaman Dony, kita semua bisa belajar bahwa berkata kasar itu tidak ada gunanya. Malahan bisa membuat orang yang mengucapkannya dianggap tidak ada. Begitu juga dengan mengkritik, mengkritik boleh saja, tapi harus santun dan cara yang benar.

‪#‎Caramengkritikyangbaik‬

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s