Perempuan Mengecat

Sejak hari kamis yang lalu, sekolah saya mengadakan lomba kebersihan kelas. Agar terlihat baru, semua kelas diberikan cat berwarna putih sebanyak 3 kaleng.

imagesDengan memegang teguh prinsip “Berani kotor itu baik” saya juga ikut mengecat. Saya mengecat dengan gaya seorang profesional. Memegang kuas bagaikan menggenggam hati seseorang, terlalu kuat karena takut kehilangan.

sok puitis ku -___-

Ketika mencat “imam.. saya lagi” kata teman kelas saya, cewek. Dengan senang hati, saya memberikan kuas. Cukup kuasnya saja, hatinya tidak *ehhh. Karena kurang kerjaan, saya memperhatikan caranya mencat.

Karena ceroboh, kukunya terkena cat. “Dian, itu kuku kena cat”. “Tenang saja, nanti kalau pulang saya potong” jawab Dian dengan santai.

Tak berselang lama, lagi-lagi karena ceroboh ada cat yang tertumpah di tangannya. “Dian… itu tanganmu penuh cat. solusinya dipotong atau diamputasi ?” kata saya bercanda. Menanggapi perkataan itu, Dian tertawa “Ndak sampai segitunya ji”.

One thought on “Perempuan Mengecat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s