Kelemahan Kurikulum 2013 Versi Imam

Akhir-akhir ini pikiran saya terusik dengan kata “kurikulum 2013”. Banyak sekali siswa memprotes berlakunya standar pendidikan yang baru ini. Dalam sistem ini, para siswa harus mencari pelajaran mereka sendiri. Guru tugasnya apa? Guru hanya memberikan pengarahan saja. Pengarahan, maksudnya bagaimana?

Kurikulum

Gurunya memberikan pengarahan. Misalkan saja Dony guru SMA Kalibun. “Anak-anak. Hari ini kita belajar tentang trigonometri” Kata Pak Dony, lalu duduk diam di bangkunya menyaksikan siswa sibuk sendiri mencari penjelasan tentang rumus-rumus trigonometri dan sebagainya. Kira-kira seperti itulah sistem yang berlaku.

Di kurikulum ini juga, jam pembelajaran ditambah. Yang dulunya belajar matematika hanya 4 jam seminggu, sekarang ditambah 6 sampai 8 jam. Yang dulunya pulang jam 2 siang, sekarang pulang jam 4 sore. Kenapa musti ditambah jam pelajarannya? Jawabannya simpel saja, agar siswa bisa belajar lebih lama dan bisa memahami pelajaran yang sangat ‘berguna’ dimasa depan.

Pelajaran SMA yang berguna dimasa depan itu apa ya? Trigonometri? Spisikositas? Persamaan kuadrat? Suku banyak? Turunan? Dan pelajaran lainnya. Saya mau jujur, saya belum mengerti alasan kenapa saya belajar trigonometri, persamaan kuadrat, turunan, dan sebagainya. Tapi saya tetap belajar agar dapat nilai dan bisa memiliki ijazah (nantinya pas lulus).

Belajar sesuatu tanpa mengetahui alasannya itu sama seperti, kamu suka dengan cewek tanpa alasan yang jelas. Kalau kamu sayang sama ibumu, alasannya simpel, dia ibumu yang merawatmu dari kecil. Kamu sayang kakakmu, karena dia (mungkin) pernah membantumu.

Untuk sayang saja ada alasannya. Pasti untuk belajar pun ada alasannya. Mungkin teman-teman semua bisa membantu saya menemukan alasan, kenapa saya harus belajar trigonometri, turunan dan sebagainya.

Pemerintah mengharapkan kurikulum ini bisa membuat perserta didik berperilaku baik. Aha hahaha…. Pemerintah mengharapkan, setelah saya belajar trigonometri, turunan, suku banyak, dan pelajaran lainnya selama berbulan-bulan. Saya bisa menjadi pribadi yang baik.

Ah ahahaha… Bagi saya ini semua omong kosong. Alasan kenapa saya sekolah sangat simple, mau dapat Ijazah. Kamu sekolah karena apa?

Versi majalah :

Kurikulum (2)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s