Misteri Yang Belum Terpecahkan

Minggu, 24 Agustus 2014. Saya datang ke GOR sudiang. Sebuah pusat olahraga sekitar Daya, Sudiang, Paccerakkang, dan sekitarnya. Datang ke sana dengan niat lari pagi.

Sekitar pukul 6.32 saya berangkat dengan motor penuh debu. Matahari mulai menyinari belahan bumi di sulawesi. Suasana begitu dingin, dan karena kurus, saya merasa kedinginan.

Saya mengenakan celana pendek (selutut), baju lengan pendek, dan jaket. Setibanya disana, saya langsung berlari. Karena termasuk anak culun, saya tidak punya teman untuk diajak dan akhirnya lari sendirian.

Di putaran kedua, di jalan penuh penjual. Saya yang bertubuh kurus ditawari minuman pelangsing oleh selles -___- “Dek.. Minum ki ini. Enak dan bisa langsing” katanya menawarkan.

Seketika saya menatap selles penuh kebingungan. Tapi saya cuek sajalah, dan kembali berlari. Karena merasa penasaran, saya naik ke lantai 2. Lantai 2 ini konon katanya jadi tempat pacaran. Sebagai penulis artikel, saya penasaran mau membuktikannya.

Saya naik. Di tangga, sepi. Hanya ada saya yang naik tangga dan 5 cewek, kira-kira kelas 2 SMA duduk di pinggiran. Suasana sangat hening, hanya terdengar suara langkah kaki saya. “Taak.. Takkk”. 5 cewek yang duduk di tangga tiba-tiba tertawa sambil menatap ke arah saya.

Karena malu, saya mempercepat langkah kaki dan berusaha mencari, apa yang mereka tertawakan. Saya sampailah diatas, di atas juga sama. Saya lagi-lagi di tertawai 4 orang -__- Apakah yang salah dengan saya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s