Ketika Pakaian Menjadi Tolak Ukur, Siapa Dirimu

Kemarin, saya datang ke salah satu sekolah elit kota makassar. Sekolah yang letaknya strategis dan bangunannya megah. Saya dan teman datang ke sana untuk menyaksikan lomba baris berbaris dan mengambil beberapa foto karena stok foto saya habis.

Lewat jam 3. Seperti biasa, saya berangkat dengan baju kaos polos, celana panjang, sendal eiger dan jaket lengan panjang. Karena kurang PD, kamera saya sembunyikan di balik jaket.

25 menit, menempuh perjalanan yang panjang dan melewati jalan penuh polusi. Dan singkat cerita, kami tiba di sana. Dari parkiran kami jalan ke pintu gerbang. Tiba-tiba langkah kami terhenti ketika ada teguran dari panitia.

“Maaf… Untuk boleh masuk, harus membayar 5 ribu” kata panitia yang berdiri di pintu gerbang. Saya langsung mengeluarkan uang 20 ribu dari kantong.

“Maaf. Untuk masuk harus memakai sepatu dan baju berkera” lanjutnya.

Mendengar perkataan itu. Saya merenung dalam hati “apakah karena memakai baju kaos dan sendal saya dicap kurang sopan? Apa benar yang boleh masuk hanyalah orang-orang kaya yang memiliki sepatu mewah?” kataku dalam hati.

Tanpa pikir panjang, kami berjalan keluar. Berjalan dengan wajah sok bahagia dan sok tegar. Saya terus memikirkannya, apakah saya tidak sopan? padahal saya tidak berkata-kata buruk.

Karena lapar, saya dan teman membeli kue broncong. Makan dengan tangan kanan dan duduk bersila. Lagi-lagi, ada yang menatap sinis ke arah kami. Dari pandangannya, seakan mereka ilfil melihat kami.

Dan akhirnya saya mengerti, ternyata saat itu saya berada di lingkungan yang memandang status sosial. Bukan dikalangan ku, kalangan yang tidak membeda-bedakan orang berdasarkan status sosialnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s