Begitu Bede’. Bede’

Selasa, 28 oktober 2014. Datang ke sekolah membawa semua perlengkapan. Mulai dari laptop, hardisk, tripod, dan shotgun mic. Tujuannya hanya satu, untuk mengecek kemampuan shotgun mic ini.

Dengan bermodal, kamera pinjaman teman (karena kameranya imam rusak, lebih tepatnya hanya untuk foto), saya merekam teman yang sedang bernyanyi. Ya bisa dibilang, ini iseng dan langkah awal untuk mewujudkan mimpi sederhana saya.

Setelah berulang kali merekam, akhirnya dapat hasil yang terbaik. Walaupun sebenarnya rekamannya tidak full satu lagu *hanya bagian intro sampai reff* tapi paling tidak, target saya hari ini sudah terpenuhi.

 Tanpa pikir panjang, saya langsung memindahkan filenya ke laptop dan pulang. Entah kenapa, hasrat untuk cepat-cepat syuting web series semakin berkobar-kobar -__- saya seperti anak kecil saja, yang tidak sabaran.

“Imam… Kamu harus sabar dan melangkah pelan, agar teman-teman mu tidak meninggalkan mu” kataku, merenung di rumah. Buat web series itu seperti novel. Harus sabar dan harus ada lembar baru setiap harinya. Kalau misalkan kemarin, temanmu berkurang satu, minimal hari ini, kamu dapat teman baru.

Kalau misalkan kemarin naskah novelmu hanya 75 lembar, maka besoknya harus 80 lembar. Kalau tidak begitu, berarti naskahmu akan begitu-begitu saja sampai kapan pun. Yaa begitulah, ada yang bilang “Kalau mau bagus, harus step by step. Dan katanya lagi, jangan kebanyakan teori tapi tidak praktik”.

Begitu bede, na bilang. Bede’.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s