Puisi Ku, Yang Apa Adanya

Dibalik sosok pria kecil berwajah (sok) polos ini. Ada sosok pria garang yang bersembunyi. Suaranya keras, bagiakan demonstran yang menuntut keinginan mereka.

Tadi pagi, di kelas lagi belajar bahasa indonesia. Nah, siswa disuruh buat satu karangan puisi, dan membacakannya. Jadi saya dengan santainya buat puisi, saking santainya, puisinya jadi aneh. Ini hasilnya

————————————————————————————————
“Puisi Ku, Yang Apa Adanya”

Ayamku tak berkokok lagi
Suaranya tak terdengar lagi, sejak ia diculik maling
Burung-burung tak berkicau lagi
Tak ada lagi, kicauan merdu dipagi hari
Yang terdengar, hanya jam weker bernyanyi

Budayaku, budayaku, berlari meninggalkanku
Pergi menjauh, bersembunyi karena takut teknologi
Kemana perginya budayaku
Etika, sopan santun, dan moral menghilang secara perlahan

Ada apa ini gerangan
Haruska aku bertanya, pada rumput yang bergoyang.
Tolong, jangan warisi kami dengan kebodohan

Pasar sentral dibakar, pemukiman rappocini dibakar, hutan di riau dibakar, kios-kios dekat sekolah dibakar, sawah disulap menjadi pabrik
Semua itu, demi satu alasan “Pembangunan Gaib”
Gaib, pembangunan yang sampai hari ini, belum tampak adanya

Ku ingin satu negara, Negara Indonesia
Ku ingin satu republik, Republik Indonesia
Ku ingin satu produk, cintailah produk-produk Indonesia
Ku ingin satu bangsa, Bangsa indonesia
Aku ingin bahasa persatuan, Bahasa Indonesia

Bila esok nanti
Aku menghilang, entah kemana
Mungkin saja, aku dibusur geng motor

————————————————————————————————
Pas baca puisi, mungkin cara pembawaan saya (terlalu) alay. Sesisi kelas menertawan puisi saya. Senangnya itu, pas terakhir, dikasih tepuk tangan yang cukup meriah ahaha..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s