Pencurhat Yang Tulis

Tadi, habis diskusi web series. Ya diskusinya berlangsung menarik dan seru, bagi saya. Saya sampai disana sekitar jam tiga lewat. Dan hampir ketabrak motor saat nyebrang. Untungnya, saya masih selamat.

Satu persatu teman, datang. Akhirnya semaunya terkumpul. Tapi tadi, Sri Rahayu Widya Utami kemana ya? Kenapa ndak datang? Yang awalnya duduk di luar. Pindah ke bagian dalam, berharap dapat kursi depan AC. Saat ini, suhu kota makassar panas, kalau kelamaan diluar. Bisa-bisa saya jadi ikan asin. Sudah jelek, kurus, hitam lagi -__-

Kebetulan, ada satu meja cukup panjang yang kosong. Tanpa pikir panjang, langsung duduk di kursi. Saya mengeluarkan media presentase, berupa laptop dan selembar kertas.

Melalui kertas itu, saya menceritakan masalah yang ada. Mulai dari yang bahas cowok sampai lokasi syuting, semuanya dibahas secara rinci. Dan sempat beberapa kali curhat tentang pengalaman pribadi. Yaa paling tidak, itu bisa mencairkan suasana.

Entah apa yang terjadi. Setiap kali menceritakan pengalaman pribadi. Saya bercerita, seakan menulis novel -__- mulai dari nada bicara, pemilihan kata, dan ekspresi wajah. Semuanya tampak, seolah-olah saya membaca novel di hadapan teman-teman yang datang. Padahal ini kan curhat, bukan baca novel

Mungkin ini efek karena keseringan ngetik novel dimalam hari. Mungkin.

Dibagian akhir diskusi tersebut. Tiba-tiba saya bicara seakan menjadi motivator -__- saya menjelaskan pola pikir saya tentang kehidupan mereka. Dan sempat membahas tentang marketing, versi Imam sendiri ahaha..

Yaa begitulah, kisah saya sabtu ini. Seru.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s