Tentang Babyface

2 November 2014. Dengan motor pinjaman, milik kakak. Saya berangkat ke graha pena. Disana ada teknikal meeting tentang lomba KFL. Ya, sebagai salah satu peserta, saya diperintahkan untuk datang kesana.

Dengan celana panjang, baju kaos, dan sepatu (karena disuruh). Saya masuk dengan malu-malu. Suasananya terlihat ramai, kebetulan waktu itu ada acara pernikahan disana. Saya perhatikan, semaunya keren, hanya saya yang culun. Saya seorang diri, hanya duduk diam di pojokan. Duduk manis sambil membaca novel pinjaman.

Yaa begitulah. Saya ingin membuat novel, dan baru sekali membeli novel. Tapi tak apalah, yang jelas saya membaca. Duduk manis, berharap ada yang memperhatikan. Saya ingin berinteraksi dengan seseorang. Tapi tak tahu dengan siapa dan bagaimana caranya.

Walaupun saya cerewet. Saya tetap kesulitan memulai pembicaraan. Kadang saya bermain HP. Berharap waktu cepat berlalu. Singkat cerita, teknikal meetingnya dimulai. Kami masuk di ruangan berAC, membahas teknik perlombaan.

Mungkin, semuanya terlihat biasa-biasa saja. Tapi satu hal yang membuat saya terkejut. Hampir yang ikut dalam TM ini, semuanya seperti mahasiswa. Tubuhnya tinggi, kumisnya tebal, dan sebagainya. Padahal secara teori, mereka hanya anak SMA.

Timbul pertanyaan sederhana “Muka-muka anak SMA memang seperti mereka? atau saya yang terlalu babyface?”. Yaa pertanyaan yang belum bisa saya jawab.

Entah kenapa, setelah membaca ulang artikel ini. Saya merasa (sok) babyface ahaha..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s