Hiburan, Butuh Hiburan

Tulisan saya jelek, dan saya menyadari itu.

Beberapa hari terakhir, saya sering duduk termenung di depan komputer. Merenungi cerpen yang saya buat minggu lalu. Cerpen ini rencananya, mau dikirim untuk lomba. Tapi entah kenapa, niat saya malah menciut.

Bagi saya, cerpen ini tidak layak untuk ikut lomba. Mulai dari diksi, alur cerita, dan penokohannya terlalu sederhana. Saya sudah mengirimkannya ke beberapa orang untuk dibaca. Mereka bilang “Bagus”. Tapi entahlah, mungkin mereka ingin menghibur bocah berkacamata ini.

Dan besok. Sesuai janji, cerpen ini akan dibaca oleh guru bahasa indonesia yang mengajar di kelas. Sekeras apapun saya berpikir, saya tidak bisa akan bisa merubah jalan cerita dari cerpen ini. Karena saya hanya bisa, menulis apa yang saya ingin tulis.

Menulis tentang cewek, ketika bahagia. Menulis tentang senyum, ketika melihat senyuman yang berkesan. Dan menulis kritik, ketika mood sedang tidak baik. Sekarang, saya kurang bersemangat. Dan (mungkin) karena itu, saya tidak percaya diri untuk meneruskan cerpen ini.

Padahal beberapa hari yang lalu, saya bersemangat. Semangat untuk menulis dan sebagainya. Atau karena saya kekurangan hiburan? Mungkin, menonton film di bioskop bisa menjadi salah satu solusi. Yaa.. Mungkin itu solusi yang baik.

Seorang diri menonton “INTERSTELLAR” sepertinya tidak seru. Mau ajak orang, tapi tak tau caranya bagaimana -__- Serba salah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s