Seperti Mereka

Terkadang, ingin seperti mereka. Menulis berita sesuai keinginan, berinteraksi dengan orang baru, dan hal unik lainnya.

Hari ke delapan KFL. Jiwa ini selalu saja bergejolak untuk menulis. Setiap kali melihat moment. Entah kenapa, saya selalu ingin menulis dan menulis. Lagi asyik duduk di pinggir lapangan. Berhayal, sedang mengetik di depan komputer tempat biasa saya bekerja.

Seharusnya, saya datang ke sana sebagai jurnalis. Seharusnya. Tapi karena terjadi kesalahan teknis, akhirnya saya jadi fotografer dadakan. Yaa.. Jujur, saya tidak tau jurnalis, dan lebih tidak tau lagi tentang fotografi.

Dan jika harus memilih, saya akan memilih jurnalis. Bukan karena ingin jadi jurnalis, tapi saya suka menulis. Tujuan mau ikut sebagai peserta jurnalis. Agar imam punya tolak ukur, kualitas tulisannya Imam.

Mungkin terdengar sedikit (sok) bijak, tapi itu memang sebuah alasan. Kadang, saya hanya berjalan ke sana kemari. Melihat orang berwarancara dan sebagainya. Mau ikut bertanya, tapi takut mengacaukan suasana. Jadi lebih baik saya berjalan menjauh. Berharap hasrat untuk bertanya bisa hilang secara perlahan.

Fotografer? Saya tidak punya dasar. Yang saya lakukan hanya, membaca beberapa teori dan langsung praktek. Selama pertandingan. Saya hanya berjalan ke sana kemari, membawa kamera (milik teman). Berarap menemukan moment dan langsung mengabadikannya. Yaahh begitulah.

Yang saya lakukan itu terlalu simpel. Sesimpel memencet tombol shutter di kamera.

*Tiba-tiba mau curhat ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s