Hati Yang Mendung

Duduk termenung di pelataran rumah. Medengar lagu “Payung Teduh – Untuk Yang Sedang Dalam Pelukan”. Langit perlahan gelap, menutupi cahaya matahari siang yang biasa menyinari tubuh ini.

DSC_1028Hati sedang bimbang, melihat cuaca yang semakin hari tak menentu. Saat ini, saya hanya bisa berharap. Langit kembali cerah, layaknya pagi ini. Para pengendara motor, mulai memacu kendaraannya. Berpacu dengan ribuan tetesan air, yang jatuh dari langit.

Satu, dua, ratusan air mulai menetes jalan beton. Membuat langkah saya terhenti untuk mendekati motor. Waktu terus bergulir, tak mengenal siapa dan apa. Berlalu begitu saja, meninggalkan saya yang masih duduk di pelataran rumah.

Langit terlihat mendung, namun tak kunjung hujan. Sama seperti hati ini. Suka dengan seorang cewek manis, namun tak kunjung mengungkapkan.

Sudah 10 menit, dan saya masih duduk manis di pelataran. Masih menunggu, kepastian langit. Akannya saat ini juga, hujan turun atau tidak?

Saya butuh reverensi, saya ingin berjalan-jalan seorang diri (karena tak tau harus mengajak siapa), menikmati minggu sore ini.

Baiklah. Saya sudah mengambil keputusan. Berangkat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s