Siapa Kita Sebenarnya

Aku terbaring lemah tanpa daya. Terbaring menatap hujan dari balik jendela kecil. Hujan semakin deras, awan semakin menghitam. Aku ingin beranjak menyalakan lampu. Namun , untuk berdiri pun sulit, apa lagi untuk berjalan, sangat menyebalkan. Mau tak mau, kegelapan menemani soreku.

Suhu tubuhku 40 derajat. Bukan suhu normal untuk manusia sehat. Yang bisa ku lakukan, hanya memegang remote dan sesekali membalas pesan di telepon genggamku. Selebihnya, terasa berat untuk ku lakukan.

 Aku ingin meraih gelas diujung sana. Berharap bisa minum dengan seteguk air hangat. Membasahi tenggoronganku yang kering ini. Dengan keadaan dehidrasi, setetes air pun sangat berharga.

Ingin rasanya berteriak, mengeluarkan semua tenaga yang ku miliki. Tapi apa daya, Aku hanyalah aku. Makhluk kecil yang tidak bisa apa-apa tanpa. Allah, mengambil sejenak kesehatan yang ia berikan. Agar Aku belajar, menikmat indahnya kesehatan.

Terkadang, kita semua lupa apa kita dapat. Lupa bagaimana nikmatnya tangan, karena tak pernah merasa kehilangan tangan. Tau tau bagaimana nikmatnya mata sempurnah, karena tidak semua orang memiliki mata mines sepertiku.

Tapi semua orang pernah sakit. Pasti. Dan biarkan itu menjadi pelajaran, kalau ternyata kita semua hanya makhluk kecil dan tak berdaya.

*Ciee yang bijak

Eeeh, Makasih eaa kakaa Mutiara Nurul Qalby , sudah bagi file novelnya ahaha.. Keren novelnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s