Berbuat, Bukan Retorika Belaka

Bahagia itu, saat orang lain membaca karya ku. Mereka rela menghabiskan 5 menit waktunya, membaca karya yang ku tulis berjam-jam. Menghabiskan dua persen batterai laptop mereka untuk membaca file yang ku kirim.

Terimah kasih. Hanya itu yang bisa ku ucapkan. Aku bahagia, aku tak bisa menyembunyikan kebahagiaan itu. Melihat beberapa teman membaca tulisan yang ku buat, aku tersenyum. Terharu, bahkan hampir meneteskan air mata. Aku memang cengeng. Aku akui itu.

Tapi setidaknya, secengeng apapun aku. Aku bisa membuat beberapa orang tersenyum saat membaca tulisanku. Aku dengar mereka tertawa, menatap tulisan yang ku tulis sendiri. Perjuanganku belum usai. Tapi setidaknya, aku hampir mencapai posisi yang ingin ku pijak.

Cuman mau bilang ini untuk yang pernah berkata kasar ke Imam.

Aku sadar, masih banyak kurang dari karyaku. Aku tau itu, tak ada yang bisa menyangkalnya. Tapi apakah kalian tau? Sudah jadi tugas kalian untuk menutupi kekurangan itu. Bukan dengan memperbaiki. Tapi dengan membuat yang lebih baik.

Ambillah kertasmu. Tulis apa yang engkau rasakan, apa yang engkau pikirkan. Mungkin itu salah satu cara agar kau bisa menutupi kekurangan dari karyaku. Aku harap, kau melakukan itu.

Terima kasih eaa kakaa Andi Ulfah Insyirahutami, Mutiara Nurul Qalby, Amaliyah Fatman , dan yang lainnya (sangat banyak untuk ku sebutkan semua) yang selalu menginspirasi. Tulisannya kakak selalu fresh untuk Imam baca ahaha..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s