Perjalanan Kami : Part 1

Bersama para sahabat. Naik ke atas perahu kecil. Melintasi sungai Tallo yang begitu panjang. Matahari menyengat kulit ku. Perahu melaju dengan lambat. Seakan menyuruh kami menikmati suasana. Airnya keruh, agak kekuningan. Tapi tetap memukau.

DSC_1980Tanaman bakau terlihat dimana-mana. Tumbuh kokoh di pinggiran sungai. Seakan menjadi penjaga sungai. Perahu terus berjalan, mengantar kami ke sebuah tempat indah. Sesekali, burung danau berwarna putih. Terbang, unjuk kebolehan di hadapan ku.

Melebarkan sayapnya yang indah. Aku tersenyum. Burung itu mengajak ku untuk terbang bebas di udara. Tapi aku hanya pencurhat yang baik. Tak punya sayap, dan tak punya lompatan yang tinggi.

Sekitar dua puluh menit perjalanan. Perahu kami menepi di salah satu daerah. Masjid kecil berwarna putih, menyambut kedatangan kami. Udara sejuk sudah terasa dari sini. Aku bisa merasakannya. Menghembus melewati sela-sela kacamataku.

Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki. Tak terlalu jauh. Melewati jalan sempit penuh rerumputan. Hamparan empang terihat sejauh mata memandang. Di apik oleh sungai dan gunung. Langkah ku pelan. Aku berhenti sejenak. Menarik napas dalam-dalam. Udaranya sejuk. Betul-betul terasa seperti di pedesaan.

DSC_2199Tak begitu jauh. Akhirnya kami sampai. Sebuah rumah kecil, tempat beristirahat para pekerja empang. Terbuat dari kayu, dan dindingnya berupa seng. Pelatarannya tak terlalu luas. Tapi cukup menampung kami semua. Disambut ramah pemilik rumah, ibu dari teman kami, Muli.

Aku duduk santai. Menyimpan tas, meletakkan kamera tepat di sampingku. Aku sandarkan tubuh kecil ini ke salah satu dinding rumah. Angin berhembus sejuk. Benar-benar indah berada disini. Jauh dari polusi dan suara klakson. Hanya ada suara air mengalir begitu tenang.

Aku luruskan kaki ku. Melepas kacamataku. Suasana mendorongku menulis sebuah cerita. Tapi, aku tak ingin melakukannya. Aku datang ke tempat ini hanya untuk bersantai. Melupakan sejenak beberapa rencana yang selalu ku pikirkan. Menikmati masa-masa SMA ku yang segera berakhir.

Anginnya begitu sejuk. Aku hampir tertidur karenanya. Tak beberapa lama, tercium bau asap pembakaran. Begitu harum. Bau ikan yang ditangkap langsung dari empang, tepat di depan rumah ini.

Aku ambil gitar, memainkan lagu yang ku suka. Suara ku, menyatu dengan hembusan angin. Suara ku tak begitu bagus. Tapi, siapa yang akan melarang ku bernyanyi disini? Di tempat yang begitu tenang dan indah ini.

DSC_2062

Adzan berkumandang di langit. Kami bergegas ke masjid kecil tadi. Mengambil air suci dan sholat berjamaah. Berbeda dengan masjid lainnya. Masjid ini memiliki jendela di depannya. Cahaya masuk dari sana. Aku semakin terpesona dengan tempat ini.

Setelah sholat. Kami bergegas kembali rumah kecil itu. Pepohonan menemani langkah kami. Kami sampai, piring-piring berjejar rapih di meja. Kami duduk di dekat pembakaran ikan. Membolak-balikan ikan, agar matang merata. Satu persatu dari kami mulai beranjak dari tempatnya.

Mereka pergi dan kembali bersama piring berisi nasi dan ikan. Menikmati lezatnya ikan, ditambah sambel kacang. Aku makan dua piring. Bahkan ada yang empat. Rasanya benar-benar enak.

DSC_2085 - CopyWaktu terus berjalan. Perlahan, matahari mulai bersembunyi dibalik gumpalan awan. Beberapa dari kami mulai berjalan di pinggiran empang, termasuk aku. Sangat menyenangkan. Aku celupkan kaki ku di air. Terasa nyaman.

Sebagai seorang fotografer. Sudah jadi tugas ku mengambil gambar. Aku abadikan momen-momen penting. Momen yang akan kami rindukan setelah berpisah. Walaupun aku sangat jarang muncul dalam foto penting itu. Tapi setidaknya, namaku sudah terukir jelas di pikiranmu. Cukup ingat, KACAMATA.

**Bersambung**

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s