Memilih

Tiba-tiba mau nulis ini. Tulisan yang aneh, dan entah maknanya apa -__-

Satu pertanyaan, punya berapa jawaban benar? Maksudku. Jika dia dan kamu berpasangan. Artinya, pertanyaan dan jawaban juga berpasangan. Saling melengkapi untuk jadi satu kesatuan.

Namun timbul satu pertanyaan di benakku. Pertanyaan, yang sedikit mengganggu pola pikirku. Mengacaukan perasaan di hati. Mengubah sedikit pola pandangku tentang dirimu yang manis. “Satu pertanyaan, punya berapa jawaban benar?”.

Jika memang dia pacarmu. Apakah hanya dia? Kalau memang dia jodohmu, apakah hanya dia? Apa yang ada di mulutmu? Gigi? Hanya gigi? Kamu menjawab lidah? Hanya lidah? Dari sekian banyak organ di dalam mulutmu, kamu hanya menyebut satu.

Kamu pusing? Tak mengerti yang aku maksud? Aku yang terlalu bertele-tete, atau kamu memang yang tidak peka? Mungkin kau tidak peka. Cewek manis dengan ekspresi polos, yang selalu aku rindukan.

Aku selalu berpikir. Jodoh itu, tidak hanya satu. Jodoh, seperti SNMPTN. Diberikan banyak pilihan, dan aku hanya memilih satu dari sekian banyak. Dan aku pikir, itu kamu. Aku sudah memilihmu sebagai prioritas.

Sekarang, masalahnya adalah, apakah kamu menerima? Aku bukan satu-satunya yang menyukaimu, bukan? Aku hanya satu dari puluhan orang yang menyukaimu. Sekarang kembali padamu. Siapa yang kamu pilih? Itu adalah hak mu sepenuhnya. Memilih.

Tapi, sebelum kamu memilih. Aku hanya ingin berkata “Aku tak se-sempurna mereka. Tak sekaya mereka. Dan tak sehebat mereka”.

*apakah?

——————

Umur masih 17 tahun, tapi menulis begini -__- Sok dewasa ku ah ah. Padahal aslinya anak berkacamata alay.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s