Sabtu Sore Yang Menyenangkan

Duduk diam bermenit-menit di depan laptop. Menyendiri dalam suasana hening. Menatap langit-langit cafe tempatku berada. Memikirkan ide cerita yang akan aku tulis. Duduk jongkok di atas sofa yang lembut. Ditemani secangkir kopi khas cafe modern.

Mengingat nama dan melihat ilusi wajahnya. Tersenyum mengingat senyum manisnya. Membuat hatiku tertawa. Berhalusinasi seakan mendengar suaranya yang cerewet. Sial, aku tenggelam dalam halusinasiku sendiri. Membayangkan dia tersenyum ke arahku.

“Imaaam?” suara itu memanggil namaku.

Mengeluarkanku dari halusinasi tentang dirinya, perempuan yang aku sukai. Aku berbalik ke arah suara itu terdengar. Memalingkan kepala dengan cepat dan ekspresi datar.

“Eehh.. Dedi” sapaku, hangat.

“Apa kau bikin Imam?”

“Biasa.. Bersantai di hari sabtu. Bosan ka kalau ndak keluar rumah ah ahaha”

“Sendiri ko?” bertanya dengan nada menekan. Terkesan mengejek.

“Kau juga sendiri ji”

“Siapa bilang sendiri ka?” matanya melirik ke meja ujung. Disana duduk perempuan manis. Mengenakan baju biru yang asyik bermain dengan HPnya.

“Asyik.. Siapa itu? Teman kelas mu?”

Dedi berjalan mendekat, lalu berbisik “pacarku”.

Entah kenapa, ekspresiku berubah. Tak percaya dengan perkataannya. “Iyo ka? Ndak percaya ka”.

“Tunggu mi pade. Duduk ka disampingnya sebentar”. Dedi kembali melangkah ke kasir. Mengambil minuman yang ia pesan. Berjalan ke meja tempat perempuan itu duduk, sambil membawa minuman di kedua tangannya.

Aku masih terdiam di depan laptop. Menatap Dedi yang berjalan dengan perlahan. Hingga langkahnya terhenti di meja itu. Menaruh minuman di depan perempuan itu lalu duduk di hadapannya.

Dengan rasa penasaran. Aku beranjak dari tempatku. Mengangkat laptop dan gelas berisi kopi ke meja tempat mereka duduk.

“Haaloo” Sapaku hangat, menaruh laptopku di dekat Dedi. “Minggir ko sedikit Dedi, sempit”.

“Sempit ka juga. Ambil mkow itu kursi di situ. Lalu tarik ke sini” Dedi menunjuk kursi kecil di sudut ruangan yang berbeda.

Dengan lincah, aku mengambil kursi itu. Menariknya mendekat ke meja yang kami gunakan. “Eehh.. Dari tadi mkow masuk ka? Ndak ku lihat ko?” aku menatap tajam ke Dedi.

“Barusan ji iya”

“Tapi kenapa ndak ku lihat ko?”

“Karena tadi menghayalko” Dedi tertawa kecil. “Siapa sde kau khayalkan Imam?”.

Aku tersenyum kecil. “Seseorang”.

“Siapa? Cowok?”.

“Masih normal ja. Ceweklah. Kau kayak ndak pernah jadi menghayal saja”.

“Edd.. Kau, dari dulu mi ndak mau sekali sebut nama. Siapa ka?” Dedi kembali bertanya.

“Ehh.. Siapa namamu” aku mandang cewek yang ada di depan Dedi. Sejak tadi sibuk menatap kami yang saling bertanya jawab.

“Saya?” ia bertanya, memastikan.

“Kira-kira, sama siapa ka bertanya?”.

“Rara” jawabnya dengan ekspresi jutek.

Seketika, aku terdiam sejenak. Merenungkan semua hal yang telah ku tulis. Mengingat kembali kejadian yang dialami oleh Rara dalam tulisan ku. Sebuah kebetulan bertemu dengan perempuan yang bernama sama. Spontan aku tertawa.

“Kenapa ko Imam ketawa? Apa lucu?” tanya Dedi, sinis.

“Ah aha.. Tidak ji. Hanya saja, lucu sekali” aku tertawa menatap wajah Desi.

“Apa lucu?” Desi bertanya pertanyaan yang sama.

“Walaupun ku jelaskan. Ndak bakalan bisa ko mengerti. Karena apa yang ku rasakan tidak bisa kau rasakan. Apa yang ku alami tidak sama seperti yang kau alami. Dan apa yang pikirkan sangat beda dengan pola pikirmu. Dan karena itu, selalu ka di cap aneh. Tapi itu yang buat ka selalu ketawa”.

Mereka menatapku bingung.

“Begitulah. Seperti yang ku bilang tadi. Biar ku jelaskan bagiamana pun. Kau tidak akan mengerti sampai memikirkannya sendiri. Dan karena itu selalu ka bisa ketawa dalam keanehan ku sendiri” Kataku, lalu mengetik point-point cerita di laptop.

“Haaii.. Namaku Imam”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s