Tua Sebelum Waktunya

Ketika batu bacan menjadi trend di kalangan anak muda. Ketika geng motor menjadi pembicaraan dimana-mana. Saat itu pula, saya lebih tertarik menulis tentang “Tua sebelum waktunya”.

Epic momen. Ketika teman-temanmu terlihat terlalu tua untuk umurnya. Bagai bersandiwara dibalik sebuah topeng dalam drama kehidupan. Berpenampilan dewasa agar dicap dewasa. Mengenakan sepatu berhag tinggi agar terlihat tinggi. Berpakian rapi agar dicap rapi.

Entahlah. Ketika kau bertemu orang baru, awalnya dia selalu (berusaha) terlihat keren. Datang menghampirimu dengan bajunya yang bermerk. Bersama dengan sepatu yang membuatnya semakin keren. Dan model rambutnya yang keren.

Berharap kau tertipu dengan penampilannya. Terpukau dengan topengnya yang nyaris terlihat sempurna. Berkata-kata yang halus dengan kata “ki” di setiap kalimatnya. Dan karena itu, ia kau cap baik hati

Seminggu berlalu, dia terlihat sangat baik, murah hati, murah senyum, baik, sopan, keren, rajin, bijak dan sebagainya. Dan dengan semua sifat baiknya dan penampilannya yang dewasa. Kau semakin yakin bahwa dia memang dewasa.

Dan saya pikir, dia memang yang terbaik untukmu. Kenapa? Karena demi kau, dia rela berpenampilan tua padahal umurnya masih 16 tahun.

Umurmu masih muda -__- Tapi penampilan 25 tahun. Esok hari, kau akan lihat foto-fotomu ditahun ini, dan kau menyadari kau ‘tua sebelum waktunya’.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s