Jam Berapa Ka Mandi?

Akan ada sore, dimana saya duduk termenung di teras depan rumah dengan wajah melek. Rambut acak-acakan, pakian kusut, dan pandangan masih kabur-kabur baru bangun tidur.

Duduk untuk waktu yang lama, dalam mulai berpikir “Jam berapa ka mandi kemarin?”.

Waktu terus berlalu. Anak-anak gaul mulai bertebaran di jalan depan rumah. Mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi. Anak cewek yang tinggal di kompleks samping rumah juga mulai berangkat ke Unhas untuk jogging. Rata-rata mengenakan jaket merah jambu dan sepatu dengan alas tinggi (agar terlihat tinggi).

Pegawai kantoran beramai-ramai pulang dari arah kota ke daerah pinggir kota (Daya dan Sudiang). Meramaikan jalan yang tadi siang sempat sepi. Beberapa diantaranya mampir di penjual sayur samping rumah. Memarkir kendaraannya dan membuat jalan sedikit macet.

Langit perlahan berubah warna. Anak-anak kecil bermain kejar-kejaran, berteriak sana sini, semakin meramaikan suasana. Yang balita digendong ibunya, menikmati indahnya senja dalam pelukan ibunya.

Dan saya, masih terdiam di kursi itu. Duduk dan meratapi “Jam berapa ka mandi kemarin?”. Mulai muncul keraguan dengan pertanyaan itu, semakin lama semakin ragu. Dan dengan perlahan, pertanyaannya berubah menjadi “Mandi ja kemarin?”.

Yaa.. Akan ada hari seperti itu. Mungkin hari ini, besok, lusa, atau minggu depan.

‪#‎Efek_Libur‬

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s