Dia Pergi Saat Aku Bahagia

“Aku tak mengerti dengan sikapmu, kau ada saat aku sedih. Kau ada saat aku terpuruk. Dan kau menghilang saat aku bahagia. Kau aneh!”

“Aku tak ingin merusak kebahagiaanmu. Aku hanya ingin memastikan kau tak bersedih. Hanya itu.”

“Kau aneh! Kau seharusnya ada saat aku bahagia,” intonasi wanita itu mulai meninggi.

“Aku selalu berharap dia datang saat kau bahagia, untuk menemanimu.” Setiap kalimat yang terlontar dari bibir pria itu begitu tenang. Nada bicaranya datar dan selalu ada senyum di pipinya.

“Dia? Siapa yang kau maksud?”

“Aku tak ingin menyebut namanya. Aku hanya berharap dia datang saat ini,” pria itu menatap jam di lengan kirinya. ” Mungkin sebentar lagi, bersabarlah, dan aku harap kau tersenyum agar aku tak jenuh menunggunya.”

“Aku benar-benar tak mengerti maksudmu. Dia siapa? Kau adalah satu-satunya yang datang saat aku sedih, kenapa pula kau harus pergi saat aku bahagia?”

“Karena hatinya hanya untukmu. Percayalah!”

“Hentikan omong kosong ini.”

“Bersabarlah, kau hanya perlu bersabar. Dan ku harap kau terus tersenyum agar kejenuhan ku terusir.”

Wanita itu lambat laun luluh dengan nada tenang yang terlontar dari bibir pria itu. Tatapan mata pria itu tajam. Namun tak pernah sekalipun ia menatap mata wanita itu.

Bahkan sejak tadi, pria itu hanya memandang ke belakang, seakan menunggu seseorang datang. Namun tak ada yang datang kecuali kantong plastik hitam yang tertiup angin.

Wajah wanita itu mulai murung. Tak ada kalimat lagi yang terucap dari bibirnya. Ia memilih memandangi punggung pria itu.

Mendadak tubuh pria itu tersungkur ke tanah. Entah apa yang terjadi, dia tiba-tiba saja jatuh layaknya tak bernyawa.

“Hei… Kau kenapa?” wanita itu mulai panik.

Wanitu itu menampar kecil pipi kanan pria itu. Tak ada respon. Wanita itu tampak pucat. Mata pria itu tertutup. Wanita itu membongkor isi tasnya, entah apa yang ia cari.

“Hei… Bangunlah. Kau tidak sedang bersandiwarakan?” pria itu hanya tersungkur dengan mata terpejam. “Bangunlah! Aku membutuhkan mu. Aku sedih saat ini, aku membutuhkan mu. Ku mohon, sadarlah! Ucapkan apapun.”

Wanita itu menggenggam tangan kanan pria itu. Dingin. Seakan tak ada darah yang mengalir.

“Hei… Bukankah kau Anti. Wanita dalam mimpiku,” kata seorang pria yang mendadak muncul dari belakang.”

Spontan wanita itu berbalik, menatap pria yang mendadak muncul di belakangnya, “Kenapa kau tau namaku?” Saat wanita itu menatap tubuh pria yang tersungkur tadi. Ia begitu kaget ketika melihat pria yang tersungkur tadi menghilang. hanya ada boneka berbentuk manusia berbaju biru di tangan kanan wanita itu. Entah boneka itu berasal dari mana.

*Cerita Edisi Misteri*

One thought on “Dia Pergi Saat Aku Bahagia

  1. coolkidz007 berkata:

    You should write and publish some more and frequently! You already have the talent, you just need to give it a shot. Saya baru baca 1 tulisan mu dan saya langsung tahu kau menulis dengan hati. Keep going!😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s